Kisah "Ramizah Rosidi" Sebagai Mahasiswa Pendidikan Biologi Angkatan 22 Dalam Kegiatan Relawan Internasional untuk Indonesian Millennial of Change Chapter 7 di Malaysia, Melalui Program Youth Abroad Expedition 7 Tahun 2024

Malaysia - Ramizah Rosidi, mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mengikuti program volunteer internasional Youth Abroad Expedition 7 Indonesian Millennial of Change Chapter 7 Malaysia 2024 pada 11–15 Desember 2024. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, memperoleh pengalaman secara langsung, serta membangun relasi baru di lingkungan internasional. Program tersebut menggabungkan kegiatan akademik, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran budaya, dan edukasi lingkungan. Melalui rangkaian kegiatan ini, peserta memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya berfokus pada lingkungan akademik, tetapi juga mencakup kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.

Program ini diselenggarakan oleh Indonesia Millennial of Change, organisasi yang berdiri sejak 2019 dengan komitmen membimbing generasi muda Indonesia agar dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. Organisasi tersebut berfokus pada pengembangan kualitas pemuda, baik dalam aspek soft skills maupun hard skills, serta peningkatan kepedulian terhadap berbagai isu sosial. Melalui program pengabdian dan pengembangan diri, peserta didorong untuk menjadi generasi yang aktif berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Keikutsertaan dalam program internasional ini juga memberikan ruang bagi peserta dari berbagai latar belakang untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan perspektif.

Salah satu agenda utama kegiatan adalah kunjungan akademik ke Universiti Malaya (UM) dan International Islamic University Malaysia (IIUM). Dalam kunjungan tersebut, peserta diajak mengenal lingkungan kampus serta memperoleh informasi mengenai profil universitas, fasilitas pendidikan, dan suasana akademik. Kegiatan ini memberikan gambaran mengenai lingkungan pendidikan tinggi di Malaysia sekaligus memperluas perspektif peserta terhadap sistem pendidikan di negara lain. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menambah wawasan tentang peluang pendidikan serta mendorong mahasiswa untuk mengenal perkembangan akademik dalam lingkup internasional.

Program volunteer internasional di Malaysia merupakan kegiatan yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperluas wawasan, mengembangkan kepedulian sosial, serta memperoleh pengalaman lintas budaya di lingkungan internasional. Program ini diikuti oleh peserta terpilih dari berbagai latar belakang, termasuk peserta yang memiliki pengalaman dan pencapaian di bidangnya, salah satunya Edward dari COC. Keberagaman peserta menjadi salah satu nilai tambah dalam program ini karena memungkinkan terjadinya pertukaran pengalaman, pengetahuan, dan perspektif.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan akademik ke sejumlah perguruan tinggi di Malaysia, di antaranya Universiti Malaya (UM) dan International Islamic University Malaysia (IIUM). Dalam kunjungan tersebut, peserta diajak berkeliling lingkungan kampus serta memperoleh penjelasan mengenai profil universitas, fasilitas pendidikan, suasana akademik, dan berbagai informasi terkait kehidupan mahasiswa. Kegiatan ini memberikan wawasan baru mengenai sistem pendidikan tinggi di Malaysia sekaligus menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal lingkungan akademik internasional dan memperluas pandangan mengenai peluang pendidikan.

Selain kunjungan akademik, peserta juga melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di kawasan Sanggar Belajar Sentul, Kuala Lumpur. Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya berinteraksi dengan masyarakat setempat, tetapi juga terlibat secara langsung dalam kegiatan belajar bersama anak-anak. Melalui aktivitas mengajar, berbagi pengetahuan, dan berkomunikasi dengan anak-anak, peserta berkesempatan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus membangun kedekatan dengan mereka. Pengalaman ini menjadi bentuk kontribusi nyata dalam bidang pendidikan serta melatih kemampuan komunikasi, kerja sama, empati, dan kepedulian terhadap masyarakat. Kegiatan di Sanggar Belajar Sentul juga menjadi sarana pertukaran budaya antara Indonesia dan Malaysia. Para peserta memperkenalkan budaya Indonesia melalui penampilan tari tradisional serta penyajian berbagai makanan khas Indonesia yang dapat dicicipi oleh masyarakat dan peserta lainnya. Melalui kegiatan tersebut, peserta turut memperkenalkan kekayaan seni dan kuliner Nusantara sekaligus membangun hubungan yang positif dengan masyarakat setempat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat tidak hanya berfokus pada pemberian manfaat secara langsung, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarbudaya dan memperkenalkan identitas bangsa di tingkat internasional.

Agenda berikutnya adalah kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. Kunjungan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal lebih dekat peran perwakilan diplomatik Indonesia dalam menjalin hubungan dengan negara lain serta memberikan pelayanan dan perlindungan bagi warga negara Indonesia di luar negeri. Pengalaman tersebut menambah pemahaman peserta mengenai pentingnya hubungan bilateral dan peran diplomasi dalam mendukung kepentingan bangsa.

Peserta juga mengunjungi PJ Eco Recycling untuk mengenal lebih jauh kegiatan pengelolaan sampah dan proses daur ulang. Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk memahami pentingnya memilah sampah, memanfaatkan kembali bahan yang masih dapat digunakan, serta mengurangi limbah yang berakhir di tempat pembuangan. Melalui pengenalan terhadap kegiatan daur ulang, peserta dapat memperoleh perspektif mengenai bagaimana sampah dapat dikelola secara lebih bertanggung jawab dan memiliki nilai guna kembali. Kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi individu maupun masyarakat. Dengan demikian, kunjungan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran mengenai kepedulian lingkungan dan penerapan gaya hidup yang lebih berkelanjutan.

Di luar agenda akademik dan sosial, peserta juga berkesempatan menjelajahi berbagai destinasi di Malaysia, termasuk Menara Kembar Petronas dan Batu Caves. Menara Kembar Petronas menjadi salah satu ikon utama Kuala Lumpur yang memperlihatkan perkembangan arsitektur dan modernisasi Malaysia. Sementara itu, Batu Caves dikenal sebagai kawasan wisata religi dan budaya yang memiliki patung emas Dewa Murugan berukuran besar di pintu masuknya. Kunjungan ke kedua tempat tersebut memberikan pengalaman langsung dalam mengenal landmark, kehidupan perkotaan, serta keberagaman budaya dan agama di Malaysia.

Pengalaman perjalanan juga dilengkapi dengan kegiatan wisata kuliner. Peserta berkesempatan mencicipi berbagai makanan khas Malaysia dan mengenal karakteristik kuliner setempat. Melalui kegiatan ini, peserta dapat memahami bahwa makanan merupakan bagian penting dari identitas budaya suatu masyarakat. Selain menambah pengalaman selama perjalanan, wisata kuliner juga menjadi sarana untuk mengenal kebiasaan, cita rasa, dan tradisi masyarakat Malaysia secara lebih dekat.

Secara keseluruhan, program volunteer internasional di Malaysia memberikan pengalaman yang mencakup pembelajaran akademik, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran budaya, kepedulian lingkungan, serta pengenalan terhadap kehidupan sosial dan budaya negara lain. Keterlibatan peserta dalam kegiatan mengajar anak-anak, memperkenalkan budaya Indonesia, mengunjungi institusi pendidikan, dan mempelajari pengelolaan lingkungan memberikan nilai pembelajaran yang lebih luas daripada sekadar perjalanan ke luar negeri. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi, wawasan global, serta rasa tanggung jawab peserta dalam berkontribusi kepada masyarakat dan memperkenalkan Indonesia di lingkungan internasional.